Tiba tiba kau melihatnya
diantara etalase etalase panjang
yang merambat penuhi kota kota:
sebuah toko
kecil namun membuatmu terkejut
disana terdapat tas tas
yang dibuat dari kulit ular
Kau bertanya pada pemilik toko
“berapa harga pasarannya?”
penjual toko itu menjawab pendek,
: “harga pas”
kau yang tak tahu berapa harga pastinya
akhirnya melongo melihat tas tas itu
yang tiba tiba menjelma jadi ular
ribuan banyaknya
Penjual toko itu menyeringai
memamerkan taringnya yang dipenuhi dengan bisa,
Sampai kapan pun engkau akan
berhadapan dengan sengsara
Showing posts with label Laci 4. Show all posts
Showing posts with label Laci 4. Show all posts
Saturday, March 14, 2009
Saturday, February 21, 2009
PUNAH
Jauh di masa lampau
seakan hendak melompat waktu
aku masuk ke dunia hewan
tryceratops, stegosaurus, velociraptor
kadal kadal raksasa, pemangsa lautan ganas
burung reptilia, ular sebesar naga
jauh melata dalam hidupku
aku mencari binatang binatang itu
hendak kuabadikan rekam kamera
agar kawan kawanku tahu
mereka masih tetap ada
tapi selama mungkin aku mencari
di hutan hutan, di bukit bukit, di lautan
di gunung gunung, di ngarai ngarai, di lembah lembah
di mana saja di bumi ini
aku tak dapat menemu mereka
hanya satu kata yang kutemukan:
punah
seakan hendak melompat waktu
aku masuk ke dunia hewan
tryceratops, stegosaurus, velociraptor
kadal kadal raksasa, pemangsa lautan ganas
burung reptilia, ular sebesar naga
jauh melata dalam hidupku
aku mencari binatang binatang itu
hendak kuabadikan rekam kamera
agar kawan kawanku tahu
mereka masih tetap ada
tapi selama mungkin aku mencari
di hutan hutan, di bukit bukit, di lautan
di gunung gunung, di ngarai ngarai, di lembah lembah
di mana saja di bumi ini
aku tak dapat menemu mereka
hanya satu kata yang kutemukan:
punah
BEBAS
Ku ingin lepas
bebas
terbang ke awan
semua, lupakan
hanya aku di langit
dan burung burung
dan awan awan
dan pelangi
terbang melesat
jauh tinggi
membubung pergi
tinggalkan imaji
pergi
lepas
melayang
terbang
bebas
terbang ke awan
semua, lupakan
hanya aku di langit
dan burung burung
dan awan awan
dan pelangi
terbang melesat
jauh tinggi
membubung pergi
tinggalkan imaji
pergi
lepas
melayang
terbang
Tuesday, February 17, 2009
MURUNG BULAN
Bulan menggantung di luasan
bertahan ia dari rintih malam
langit hitam yang larutkan kebahagiaan
merajam sukma di hamparan yang kelam
kala sepi menekan nekan hati
terngiang kembali suara rintih hati:
oh, malam yang sepi,
apakah dirimu terus menanti ?
bertahan ia dari rintih malam
langit hitam yang larutkan kebahagiaan
merajam sukma di hamparan yang kelam
kala sepi menekan nekan hati
terngiang kembali suara rintih hati:
oh, malam yang sepi,
apakah dirimu terus menanti ?
Thursday, February 12, 2009
Cerpen : Al I'tiroof
Hidupku sunyi.Hidupku suram.Tergantung menjuntai di tepian tanduk.Menepi aku,tak ingin diseruduk.Banteng kemarahan yang meledak ledak.Umpan merah yang membakar.Apa itu makhluk merah merah? Apa itu makhluk dengan gigi runcing? Apa itu? Dajjalkah?
Aku terdiam di sudut.Kesenanganku dirampas.Hak hak ku dibekap kuat dan dibuang di tong sampah.Apa yang tersisa? Semakin aku tak mengerti.Karena hidup ini begitu rumit.Begitu pelik.Permainan sandiwara.
Asaku menipis,tak tentu arah.Sementara kesunyian terus bertamu.Buatku merana dalam kejenuhan yang amat sangat.Mataku berkelinjat,hatiku berdegup kencang.Lindap.
Sementara suara suara tetap mengusik,kawan! Aku tak kuasa.Ingin aku berteriak.Tapi tak ada guna.Bikin redup pikiran saja.
Diam,sekali lagi diam.Rasa ini bagai sinar matahari yang terik.Dan asap tebal yang menyungkup.Dalam amplop.
Sunyi.Terkurung dalam pikiran yang mampet.Hati galau.Dan aku mengembara dalam gelap itu.Menggapai gapai udara.Ingin suatu kejelasan:bahwa terang pasti datang.
Tapi,gelap itu masih ada.Bahkan nampak kian pekat.Aku melompat,hendak tangkap cahaya.Tapi gelap tambah gampang tuk didapat.Hingga sunyi semakin sunyi.Dan diam tambah diam.
Suatu kebosanan.Yang sulit dielakkan.Merekah dalam hidup,bagai setangkai sunyi diantara gerimbun bunga di taman.Dengan warna yang menarik,menjerumuskan jiwa.
Ya Allah! Dosaku banyak,bagai butiran pasir di pantai.Dan bintang di langit.Tak kuasa aku.
Aku terisak.Perlahan mengalir istighfar dari mulutku.Menyuluh sekitar seperti fosfor dalam gelap.
Ya Allah! Ampunilah segala dosaku! Ampunilah kesombongan dan kecenderunganku untuk lalai menjalankan perintahMu!
Aku kecil sekali dihadapanMu.Aku kecil.
Dalam diam dan sunyi itu,aku bersujud.Butiran air mata perlahan menetes di wajahku.Aku memohon ampun padaNya.
Dan ketika itu,kurasakan sebersit sinar menyambut:menyongsong gelap yang semakin memudar.
Aku terdiam di sudut.Kesenanganku dirampas.Hak hak ku dibekap kuat dan dibuang di tong sampah.Apa yang tersisa? Semakin aku tak mengerti.Karena hidup ini begitu rumit.Begitu pelik.Permainan sandiwara.
Asaku menipis,tak tentu arah.Sementara kesunyian terus bertamu.Buatku merana dalam kejenuhan yang amat sangat.Mataku berkelinjat,hatiku berdegup kencang.Lindap.
Sementara suara suara tetap mengusik,kawan! Aku tak kuasa.Ingin aku berteriak.Tapi tak ada guna.Bikin redup pikiran saja.
Diam,sekali lagi diam.Rasa ini bagai sinar matahari yang terik.Dan asap tebal yang menyungkup.Dalam amplop.
Sunyi.Terkurung dalam pikiran yang mampet.Hati galau.Dan aku mengembara dalam gelap itu.Menggapai gapai udara.Ingin suatu kejelasan:bahwa terang pasti datang.
Tapi,gelap itu masih ada.Bahkan nampak kian pekat.Aku melompat,hendak tangkap cahaya.Tapi gelap tambah gampang tuk didapat.Hingga sunyi semakin sunyi.Dan diam tambah diam.
Suatu kebosanan.Yang sulit dielakkan.Merekah dalam hidup,bagai setangkai sunyi diantara gerimbun bunga di taman.Dengan warna yang menarik,menjerumuskan jiwa.
Ya Allah! Dosaku banyak,bagai butiran pasir di pantai.Dan bintang di langit.Tak kuasa aku.
Aku terisak.Perlahan mengalir istighfar dari mulutku.Menyuluh sekitar seperti fosfor dalam gelap.
Ya Allah! Ampunilah segala dosaku! Ampunilah kesombongan dan kecenderunganku untuk lalai menjalankan perintahMu!
Aku kecil sekali dihadapanMu.Aku kecil.
Dalam diam dan sunyi itu,aku bersujud.Butiran air mata perlahan menetes di wajahku.Aku memohon ampun padaNya.
Dan ketika itu,kurasakan sebersit sinar menyambut:menyongsong gelap yang semakin memudar.
DIMANA IA ?
Jika mentari datang menyambut
jiwaku pun ikut bersinar
jika petang datang membayang
jiwaku pun turut mengabur
terombang ambinglah aku
dalam samudra kehidupan
padahal hanya satu....
yang ku damba, yang ku cari
dimana ia?
bersembunyikah?
jiwaku pun ikut bersinar
jika petang datang membayang
jiwaku pun turut mengabur
terombang ambinglah aku
dalam samudra kehidupan
padahal hanya satu....
yang ku damba, yang ku cari
dimana ia?
bersembunyikah?
Sunday, February 1, 2009
ROKOK
Tiada guna dan tiada manfaat
engkau merokok dan menghembus asapnya
karena kau butuh uang
kau butuh waktu
kau butuh tenaga
untuk menghisap ribuan racun
tanpa kau sadari
engkau merokok dan menghembus asapnya
karena kau butuh uang
kau butuh waktu
kau butuh tenaga
untuk menghisap ribuan racun
tanpa kau sadari
TERTEKAN
Dalam diam dan kalut itu...
dalam rasa tertekan yang akut
tertekan...tertekan
dan selalu tertekan
dalam tekanan yang besar
dan diikuti
dengan tekanan yang lain
maka seolah aku
menjadi orang yang sangat tertekan
tertekanlah aku
dalam bayang terhimpit
aku ini serasa tanah hitam pekat
yang tertekan sepatu
begitu keras, begitu megap
dalam rasa tertekan yang akut
tertekan...tertekan
dan selalu tertekan
dalam tekanan yang besar
dan diikuti
dengan tekanan yang lain
maka seolah aku
menjadi orang yang sangat tertekan
tertekanlah aku
dalam bayang terhimpit
aku ini serasa tanah hitam pekat
yang tertekan sepatu
begitu keras, begitu megap
Subscribe to:
Comments (Atom)
Kur Injit 2009
